Pementasan Teater “ANTENA”

Dipublikasikan pada April 21, 2007. Berita ini dituliskan oleh Dewi Gimarjanti (X-4)antena1.jpgDalam rangka melaksanakan ujian ekstrakurikuler teater dan meningkatkan pengetahuan dalam bidang seni. Pada hari sabtu tanggal 14 April 2007 Teater “ANTENA” SMA N 7 Yogyakarta menyelenggarakan Pementasan Teater yang mengangkat judul Perempuan-perempuan Kesepian karya Federico. Pementasan diawali dengan pembacaan puisi atau monolog oleh Indah Pertiwi yang berjudul DIA karya Agung S. Pementasan Teater “Perempuan-perempuan Kesepian” ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang hidup dalam kebekuan dan segala peraturan.

Ray Baruna yang diperankan oleh Monica adalah seorang janda hampa akan cinta yang memiliki lima anak perawan. Dua pembantu usil yang diperankan oleh Susan dan Valian ini, bagai seorang penjilat. Dibalik kepatuhan mereka terhadap segala perintah Ray Baruna, mereka menyimpan berbagai kelicikan untuk menjatuhkan Ray Baruna.

Mertua Baruna, Maruta yang diperankan oleh Titis, adalah ibu dari suami kedua Ray Baruna yaitu R. Mas Baruna. Maruta dianggap sebagai nenek yang tak waras karena hari-harinya dipenuhi oleh fantasi kebebasan. Yang ada dipikirannya hanya kecintaannya pada alam raya.

Suatu hari prahara menghampiri keluarga tersebut. Prahara yang datang karena perebutan cinta seorang Raden Mas Partalaksana oleh kelima anak perawan Ray Baruna yaitu Sulastri, Amini, Sawitri, Murtini dan Utami. Kelima perawan yang hidup dalam kebekuan dan pengekangan oleh ibu mereka sendiri. Sehingga mereka tumbuh dewasa dengan kehampaan, dahaga akan belai kasih lelaki.

Utami si bungsu dari kelima bersaudara keluarga Baruna, merasa tidak terima karena seorang Parta Laksana dijodohkan dengan perawan tua usia 39 tahun yaitu Sulastri. Karena menurut Utami, Parta Laksana amat mencintainya dan tak mungkin mencintai Sulastri atau anak perawan yang lain. Tetapi ketika Parta Laksana dihadapkan pada pilihan untuk meminang salah satu anak perawan Baruna, tetapi justru Barunalah yang dipilih untuk menjadi istrinya. Namun, itu semua ternyata hanya sebuah mimpi.

Akhirnya terjadi tragedi, Utami dan Parta Laksana tergelatak, dan keduanya telah tak bernyawa. Mereka telah meneguk racun karena rasa cinta mereka yang diselimuti kepalsuan cinta mereka tak tersampaikan karena nurani ini telah mereka dustai. Ternyata Parta Laksana yang selama ini mereka kira adalah anak dari salah seorang pembantu di keluarga itu dan bukan seorang putra bangsawan.

antena1.jpgAcara pementasan ini mendapatkan bimbingan dari guru ekstrakurikuler teater itu sendiri yaitu Agung S. Beliau dengan santai dan serius melatih para siswanya, sehingga mereka dapat mendalami peran dengan baik tanpa merasa tegang. Sebelum pementasan para siswa disibukkan dengan segala persiapan yang dibutuhkan. Latihan pun diadakan hampir setiap hari sepulang sekolah. rasa lelah mereka akhirnya terbayarkan oleh suksesnya pementasan malam itu.

Acara ini dapat berlangsung dengan sukses berkat adanya partisipasi atau dukungan dari SMA N 7 Yogyakarta dan pihak-pihak lain. Diucapkan terima kasih kepada: SMA N 7 YOGYAKARTA, KUA ETNIKA, TEATER “ANTENA”, dan KKF atas kesediaannya untuk bekerjasama sehingga cara teresbut dapat berlangsung dengan baik.

About these ads

Tag: ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: