Sekolah Kategori Mandiri

SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam rangka mensikapi UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka profil Sekolah Kategori Mandiri. Berbagai upaya yang dilakukan oleh SMAN7 Yogyakarta yang berhubungan dengan SKM dapat diformulasikan sebagai berikut:
1. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan; Sekolah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri oleh sekolah berdasarkan 7 (tujuh) prinsip pengembangan kurikulum dan acuan operasional penyusunan KTSP. Peserta didik mencapai kompetensi sesuai standar isi dan SKL dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dalam konteks ini SMA Negeri 7 Yogyakarta dari berbagai unsur diantaranya kepala sekolah, guru mata pelajaran dan guru pembimbing telah berusaha membenahi kurikulum KTSP SMA Negeri 7 Yogyakarta dan secara faktual dengan KKM tersebut tidak menjadi masalah.
2. Standar Proses; Sekolah mempunyai perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesusai dengan rencana, melakukan penilaian dengan berbagai cara, melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pendidikan yang terjadi di sekolah untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tujuh prinsip pelaksanaan kurikulum. Sekolah telah menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Dalam konsep SKS SMA Negeri 7 Yogyakarta sedang mempelajari yang berkaitan dengan pelaksanaan nanti terutama mengenai beban dan bobot yang harus ditempuh oleh perserta didik dari kelas X sampai dengan XII. SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam proses pembelajaran bersama guru-guru dan civitas akademika yang lain dan terkait berusaha menerapkan ICT sebagai sarana penunjang pembelajaran.
3. Pengelolaan; Sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Untuk mendukung penerapan MBS sekolah memiliki/telah mengembangkan berbagai aturan untuk menjamin ketertiban sekolah dalam melaksanakan program-programnya. Dalam pengelolaan persekolahan SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha menerapkan MBS dan menjalain kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta diantaranya dalam aplikasi ilmu terapan yang secara faktual tidak ada di SK dan KD tetapi tetap berorientasi pada kedua tersebut diatas. Perguruan tinggi sebagai mitra kerja baik negeri maupun swasta yaitu : UGM, UNY, UAD, UII, UMY, UKDW, USD, UAJY, STIE YKPN serta MSD, dan Provider Internet GSP Internasional PT Widya Intersat Nusantara.
4. Sarana; Sekolah memiliki seluruh kebutuhan sarana dan prasarana, mendayagunakan dan memanfaatkannya secara optimal didukung sistem perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Untuk menunjang pelaksanaan SKM SMA Negeri 7 Yogakarta berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang berbasis ICT diantaranya semua laboratorium sudah terpasang LCD, Komputer dan jaringan terkoneksi dengan internet (Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, IPS, AVA, TIK, Ruang Sidang, Ruang Guru, Ruang BP, Ruang Perpustakaan) sebagai penunjang proses pembelajaran. Tim TIK SMA Negeri 7 Yogyakarta menuju Sekolah Mandiri, memberikan fasilitas pembelajaran berbasis web, yaitu Koran Seveners dan Kerjasama E-Learning dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
5. Ketenagaan: Sekolah memiliki tenaga guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi jabatan/profesi yang diemban dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. Dalam ketenagaan untuk guru SMA Negeri 7 Yogyakarta 90% sudah sarjana (S.1) dan 10% S-2. Dari Pihak sekolah dan Komite mengharapkan para guru untuk bisa melanjutkan studinya ke S-2.
6. Pembiayaan, Sekolah dapat membiayai seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, yang dapat digali oleh sekolah. Disamping dana dari Komite sekolah SMA Negeri 7 Yogyakarta berusaha mencari dana diluar APBS baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah maupun dari donatur untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang sifatnya tidak mengikat diantaranya dengan Perbankan BPD DIY, BTN.
7. Penilaian; Hasil belajar siswa diperoleh melalui kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar aspek kognitif pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian hasil belajar aspek kognitif dan/atau psikomotor pada kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, kelompok mata pelajaran jasmani olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan oleh pendidik yang nilai akhir ditentukan melalui sidang dewan pendidik. Untuk mengetahui pencapaian belajar siswa pada ujian nasional dan ujian sekolah beserta persiapan yang dilakukan sisiwa, guru dan sekolah dalam menghadapai ujian dilakukan pemantauan.

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: